Jembatan Air Martan Seluma Tergerus, Kontraktor Pasang Geotek untuk Penguatan

GOESSNEWS.COM – SELUMA – Jembatan Air Martan di Kabupaten Seluma mengalami kerusakan pada bagian oprit akibat terjangan air pasang dan kuatnya arus sungai. Meski demikian, kondisi struktur utama jembatan dilaporkan masih kokoh dan layak digunakan.

Hasil pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan terjadi pada bagian akses tendekat jembatan sepanjang kurang lebih 15 meter. Sementara itu, badan jembatan tetap berdiri kuat meski berada di kawasan rawan, yakni di antara pertemuan aliran Sungai Air Martan dan wilayah pesisir pantai.

Secara geografis, posisi jembatan yang berada di perbatasan Desa Pasar Ngalam dan Desa Rawa Endah membuatnya rentan terhadap abrasi. Tekanan dari gelombang laut serta pusaran arus sungai dari tiga arah menjadi faktor utama yang mempercepat pengikisan tanah di sekitar oprit.

Jembatan ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui BPBD dengan dukungan anggaran dari BNPB sebagai pengganti jembatan lama yang sudah tidak layak. Infrastruktur tersebut menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat, termasuk akses petani, angkutan material, dan penghubung antarwilayah di Seluma Selatan.

Meski pembangunan telah mengikuti spesifikasi teknis dengan nilai anggaran sekitar Rp16 miliar, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di luar perkiraan turut memicu kerusakan. Intensitas hujan tinggi dan dampak iklim ekstrem memperbesar debit air serta tekanan terhadap struktur tanah di sekitar jembatan.

Data di lapangan menunjukkan tingkat kerusakan relatif kecil, yakni sekitar 2,2 persen, dengan kondisi keseluruhan jembatan mencapai 98 persen masih baik.

Menindaklanjuti hal tersebut, BPBD Provinsi Bengkulu bersama kontraktor pelaksana, PT Roda Teknindo Purajaya, langsung melakukan penanganan darurat. Perbaikan difokuskan pada penguatan oprit menggunakan material geotekstil untuk menahan pergerakan tanah dan mengurangi dampak gerusan air.

Pelaksana proyek, M. Arif, didampingi perwakilan BPBD Provinsi Bengkulu, Nopan, menjelaskan bahwa metode perbaikan dilakukan dengan membongkar bagian oprit yang rusak hingga ke dasar, lalu disusun kembali dengan sistem timbunan berlapis yang diperkuat geotek.

“Dengan metode ini, diharapkan oprit lebih kuat dan tidak mudah tergerus saat terjadi air pasang,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (14/4/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Asisten I Khairil Anwar bersama Sekda Herwan Antoni telah meninjau langsung kondisi jembatan dan meminta perbaikan segera dituntaskan, mengingat proyek masih dalam masa pemeliharaan.

Ke depan, diperlukan langkah lanjutan berupa pembangunan pengaman pantai dan sungai, seperti breakwater, guna mengantisipasi ancaman abrasi yang berpotensi kembali merusak infrastruktur.

Saat ini, alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan. Pihak kontraktor optimistis, setelah penguatan selesai, Jembatan Air Martan dapat kembali berfungsi optimal dan lebih tahan terhadap kondisi alam ekstrem.**Gus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *