Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu Gelar Workshop Bersama 193 Kepala Sekolah

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu menggelar Workshop Peningkatan Mutu Sekolah melalui Program Revitalisasi dan Pengelolaan Keuangan yang Sehat bagi jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Bengkulu di Ruang Pola Bappeda Provinsi Bengkulu, Kamis (17/9/2026).

 

Kegiatan strategis tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu dan dihadiri 193 kepala sekolah se-Provinsi Bengkulu, yang terdiri atas 110 kepala SMA, 65 kepala SMK, dan 18 kepala SLB.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa workshop tersebut digelar untuk mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan agar kepala sekolah dapat bekerja lebih terarah, terukur, dan terstruktur.

 

“Kita mengharapkan ke depan para kepala sekolah bekerja lebih terukur dan memiliki tata kelola yang jelas. Ada tiga tolok ukur utama yang menjadi acuan, yaitu hasil Asesmen Nasional, delapan Standar Nasional Pendidikan, dan Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ujar Zulhendri.

 

Perubahan Pendekatan dan Pengelolaan Keuangan Mandiri

 

Zulhendri menekankan pentingnya efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran sekolah. Menurutnya, selama ini salah satu kendala dalam peningkatan mutu pendidikan berkaitan dengan pendanaan.

 

Namun, Dinas Dikbud kini menggeser perannya dari sekadar pengadaan barang dan jasa menjadi pengarah, pembina, serta fasilitator bagi sekolah.

 

“Dinas Pendidikan kini lebih fokus memberikan bimbingan dan arahan agar sekolah-sekolah bisa mengelola program peningkatan mutunya secara mandiri, akuntabel, dan transparan,” tambahnya.

 

Dorong Sinergi DUDI dan Literasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

 

Selain penguatan tata kelola keuangan, workshop tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Direktorat SMK, serta Inspektorat Jenderal.

 

Fokus pembahasan meliputi efisiensi program revitalisasi serta pemanfaatan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

 

Melalui kemitraan dengan DUDI dan pemanfaatan CSR, sekolah diharapkan dapat memperkuat literasi digital serta menyediakan sarana pembelajaran berbasis teknologi.

 

“Sebagai tindak lanjut, setiap kepala sekolah diminta menyusun rencana aksi nyata di satuan pendidikan masing-masing. Kepala sekolah harus menjadi penggerak utama perubahan demi menyiapkan generasi Bengkulu yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi Indonesia Emas 2045,” pungkas Zulhendri.**Gusmarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *