GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Provinsi Bengkulu menggelar Seminar Kurikulum Berdampak sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, pemerintahan, dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula STIA Provinsi Bengkulu, Jumat (10/7/2026), dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi profesi, alumni, media massa, hingga mitra kerja kampus.
Dalam sambutannya, Ketua STIA Provinsi Bengkulu, Gustini, SE, MM, mengatakan pengembangan kurikulum yang sedang dilakukan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta pendekatan *Outcome-Based Education* (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Menurutnya, kurikulum yang disusun tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

“Melalui Kurikulum Berdampak ini, kami ingin memastikan bahwa lulusan STIA tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Gustini.
Ia menjelaskan, saat ini STIA Provinsi Bengkulu memiliki tiga program studi yang menjadi fokus dalam peninjauan dan pengembangan kurikulum, yakni S1 Administrasi Publik, S1 Administrasi Bisnis, dan S2 Magister Administrasi Publik.
Ketiga program studi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, namun memiliki visi yang sama, yaitu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu berkontribusi bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurut Gustini, seminar ini menjadi forum penting untuk menyerap berbagai masukan dari para stakeholder agar kurikulum yang disusun tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan dunia kerja.
“Kami berharap forum ini menjadi ruang diskusi yang produktif untuk memperoleh berbagai masukan sehingga proses pembelajaran yang diterapkan mampu menjawab tantangan masa depan,” katanya.
Selain membahas pengembangan kurikulum, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kemitraan antara STIA Provinsi Bengkulu dengan berbagai pihak, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penyediaan tempat magang mahasiswa, penelitian kolaboratif, maupun peluang rekrutmen lulusan.
Pada kesempatan tersebut, Gustini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan seminar, di antaranya LLDIKTI Wilayah II, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, organisasi profesi, media massa, alumni, serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan.
Seminar Kurikulum Berdampak secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd.
Dalam sambutannya, Zulhendri menyampaikan apresiasi atas inisiatif STIA Provinsi Bengkulu dalam melakukan peninjauan dan pengembangan kurikulum yang menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dan tuntutan dunia kerja.
Ia berharap seminar tersebut mampu menghasilkan rumusan kurikulum yang benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas lulusan dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional.
“Kurikulum berdampak harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu, perguruan tinggi harus terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Zulhendri juga mendorong seluruh dosen STIA Provinsi Bengkulu untuk terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan tinggi sehingga mampu melahirkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi, siap menghadapi tantangan global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Bengkulu.
Melalui seminar ini, STIA Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.**Gus








