Silaturahmi ke PWI, Wakapolda Dicky Sondani Tekankan Pentingnya Pemberitaan Berimbang

GOESSNEWS.COM – BENGKULU  – Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol Dicky Sondani bersama Kabid Humas Kombes Pol Andy Pramudya melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Jumat (12/12). Kehadiran rombongan Polda Bengkulu disambut hangat oleh Ketua PWI Bengkulu Marsal Abadi beserta jajaran pengurus di sekretariat yang berlokasi di Jalan Pembangunan, Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Pertemuan diawali dengan perkenalan diri Wakapolda yang menceritakan perjalanan panjang kariernya di kepolisian hingga dipercaya menjabat sebagai Wakapolda Bengkulu. Suasana ramah-tamah berlangsung santai dan penuh keakraban.

Dalam dialog terbuka yang dipandu Ketua PWI, para wartawan menyampaikan berbagai kegelisahan dan isu aktual di Bengkulu. Mulai dari persoalan pajak, keamanan daerah, hingga upaya memperkuat kemitraan yang sehat antara polisi dan insan pers. Wakil Ketua PWI, Syahbandar, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap karya jurnalistik agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap wartawan.

Isu dugaan praktik pungutan dalam proses penerimaan anggota Polri juga mengemuka. Para wartawan mempertanyakan rumor biaya masuk yang disebut mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Wakapolda menyimak aspirasi tersebut dengan seksama.

Wartawan PWI turut mendoakan agar karier Wakapolda dapat terus meningkat, bahkan hingga menjadi Kapolda atau Kapolri. Dengan nada bercanda, Brigjen Dicky menanggapi bahwa para wartawan akan ia undang jika hari pelantikannya tiba.

Wartawan lainnya, Beni Benardi, menyinggung pentingnya sosialisasi KUHAP baru kepada masyarakat. Menjawab hal itu, Wakapolda mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Kajati Bengkulu untuk mendorong penerapan restorative justice agar semakin diperluas.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga memberikan masukan terkait pemberitaan yang kurang berimbang. Ia menekankan pentingnya cek dan ricek sebelum publikasi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, terutama terkait pemberitaan dana desa yang kerap berujung pada kasus hukum terhadap kepala desa.

Suherdi, salah satu wartawan senior, turut menanyakan pengalaman Wakapolda ketika pernah menjadi saksi bagi Presiden Soeharto pada era Orde Baru, saat ia masih berpangkat Komisaris Polisi dan bertugas sebagai Kapolsek Kebayoran Baru.

Sebagai putra Bengkulu, Brigjen Pol Dicky Sondani menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PWI dan insan pers demi mendukung pembangunan serta keamanan masyarakat. Menariknya, meski berkedudukan sebagai pejabat tinggi kepolisian dan dikawal mobil dinas, Wakapolda tetap tampil sederhana dengan mengendarai motor dinas lengkap dengan helm pengaman.*Gus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *