Silaturahmi Hangat di Tepi Laut: Nelayan Bengkulu Makan Ikan Bakar Bersama Gubernur

GOESSNEWS.COM – Kota Bengkulu, 14 Agustus 2025 – Senja belum benar-benar jatuh ketika aroma ikan bakar mulai menguar di kawasan pesisir Bengkulu. Ratusan nelayan dari berbagai penjuru kota tampak berkumpul dengan wajah cerah. Mereka adalah bagian dari hampir 6.000 nelayan Kota Bengkulu yang tergabung dalam organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Sore itu, mereka menggelar silaturahmi dan makan ikan bakar bersama Gubernur Bengkulu dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Di antara kepulan asap dari bara ikan segar yang dibakar, Ali Syukur Simatupang, Ketua HNSI Kota Bengkulu, berdiri dan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus. Ia menceritakan bagaimana kehidupan para nelayan sangat bergantung pada laut dengan segala tantangan yang menyertainya.

“Beberapa waktu lalu, nelayan di Pulau Baai sempat terpuruk. Alur pelabuhan dangkal, kapal tak bisa keluar masuk,” ujarnya. Tapi kini, ia melanjutkan dengan penuh syukur, “Berkat bantuan dari Bapak Gubernur dan kerja sama dengan Pelindo, alur itu berhasil dikeruk dan kapal nelayan kembali bisa melaut.”

Bagi para nelayan, laut adalah segalanya. Mereka tidak hanya menyediakan sumber protein untuk masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah dan mendukung ekspor hasil laut, terutama dari kawasan kaya ikan seperti Pulau Enggano. Tuna, cakalang, kerapu, bawal, hingga ikan-ikan bernilai ekspor lainnya berlimpah di sana.

Namun di balik potensi besar itu, masih banyak persoalan yang menghimpit. Nelayan kecil masih kekurangan kapal dan alat tangkap. Banyak dari mereka belum memiliki asuransi tenaga kerja, padahal melaut adalah pekerjaan penuh risiko. Keterbatasan BBM jenis bio solar, infrastruktur Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang sudah usang, hingga status lahan perumahan nelayan yang belum jelas, menjadi beban harian yang mereka pikul.

Ali Syukur pun menyampaikan sejumlah harapan. Mereka meminta agar kuota bio solar ditambah, SPBUN dibangun, pasar dan PPI direhabilitasi, dan status tanah nelayan dapat segera disertifikasi. Di akhir, ia menyelipkan satu permohonan yang menyentuh.

“Kami tahu, ratusan ambulans sudah dibagikan ke desa-desa. Itu bukti nyata janji kampanye yang terpenuhi. Kami mohon, kalau berkenan, satu unit saja untuk kami, nelayan HNSI. Di Kampung Bahari, jika ada warga meninggal dunia, harus menempuh jarak yang jauh ke TPU. Ambulans itu akan sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

Gubernur Bengkulu yang hadir dalam acara tersebut tampak mendengarkan dengan seksama, sesekali mengangguk. Suasana sore itu terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah kesederhanaan tenda dan bangku kayu, semangat kebersamaan antara pemerintah dan rakyat nelayan begitu terasa.

Ikan bakar terus menyala, obrolan akrab mengalir, dan senyum-senyum tulus menghiasi wajah-wajah nelayan yang untuk sekali ini bisa duduk bersama pemimpinnya bukan sebagai rakyat yang mengeluh, tapi sebagai mitra yang ingin membangun bersama.Gus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *