GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang dan naik kelas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Gebyar Semarak Merah Putih yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian di seluruh kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Drs. Eddyson, mengatakan program tersebut terinspirasi dari tingginya perputaran ekonomi selama penyelenggaraan Festival Tabut di Kota Bengkulu.
Menurutnya, selama Festival Tabut berlangsung, pergerakan ekonomi dalam kurun waktu 10 hari dapat mencapai sekitar Rp10 miliar.
“Dari situlah timbul ide Bapak Gubernur untuk mencoba konsep serupa di setiap kabupaten melalui Gebyar Semarak Merah Putih,” ujar Eddyson saat ditemui di lokasi Bazar Murah TVRI Bengkulu, Rabu (2/9/2026).
Program tersebut telah diuji coba di Kabupaten Kaur dan berlangsung selama 10 hari. Eddyson mengatakan, pelaksanaan perdana Gebyar Semarak Merah Putih mendapat respons positif dari masyarakat serta dukungan berbagai pihak.
“Selama 10 hari di Kaur, perputaran uang atau omzet mendekati angka Rp5 miliar. Ini hasil yang sangat positif untuk pergerakan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Keberhasilan pelaksanaan di Kabupaten Kaur menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menjadikan Gebyar Semarak Merah Putih sebagai agenda tahunan yang akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota mulai 2027.
Dalam waktu dekat, kegiatan tersebut direncanakan digelar di Kabupaten Seluma, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Bengkulu Selatan. Sementara puncak pelaksanaan akan digelar di Kota Bengkulu pada 10 hingga 20 November 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Bengkulu.
Untuk meningkatkan daya tarik dan partisipasi masyarakat, penyelenggara juga merencanakan menghadirkan sejumlah artis nasional dalam pelaksanaan kegiatan di berbagai daerah.
Selain menjadi wadah promosi dan transaksi produk UMKM, Gebyar Semarak Merah Putih juga akan memberikan berbagai kemudahan layanan perizinan kepada pelaku usaha. Fasilitas tersebut di antaranya pengurusan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga pendaftaran merek.
“Jumlah UMKM kita di Bengkulu saat ini hampir mencapai 30.000 usaha. Melalui fasilitas perizinan dan ajang promosi ini, kita ingin UMKM tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga bisa meluas ke pasar nasional bahkan internasional,” pungkas Eddyson.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pelaku UMKM semakin berkembang, memiliki legalitas usaha yang lengkap, serta mampu meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.**Gusmarni









