GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat upaya peningkatan investasi daerah melalui program Bengkulu Investment Challenge (BLINC) 3.0. Program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi proposal investasi, tetapi juga wadah pembelajaran dan pendampingan agar proyek-proyek unggulan daerah semakin siap ditawarkan kepada investor.
Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, saat kegiatan kurasi BLINC 3.0.
Menurut Irfan, pencapaian target investasi tidak semata ditentukan oleh banyaknya peluang yang dimiliki daerah, tetapi lebih pada kemampuan menghadirkan proyek yang layak secara bisnis, kredibel, dan mampu memberikan keyakinan kepada investor.
“Tantangan terbesar saat ini bukan hanya mendatangkan investor, tetapi bagaimana mengubah potensi daerah menjadi proyek investasi yang memenuhi ekspektasi investor domestik maupun internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BLINC 3.0 dirancang sebagai ruang pendampingan bagi pemerintah daerah dan pemilik proyek untuk menyempurnakan proposal investasi agar lebih kompetitif dan siap dipromosikan.
Di tengah berbagai tantangan global, perekonomian Provinsi Bengkulu masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bengkulu pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 4,72 persen, meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,79 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi di daerah.
Investasi yang berkembang antara lain berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan CPO, perdagangan, transportasi dan pergudangan, hingga proyek-proyek konstruksi pemerintah.
Menurut Irfan, investasi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan perekonomian daerah di tengah ketidakpastian global yang membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas ekonomi. Di tingkat daerah, diperlukan penguatan infrastruktur, kelembagaan, kemudahan investasi, serta optimalisasi peran Regional Investor Relations Unit (RIRU).
Ia optimistis Provinsi Bengkulu mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 hingga 7 persen pada tahun 2029 apabila didukung penguatan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas, hilirisasi sumber daya alam, serta pengembangan sektor unggulan daerah.
Selain itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu juga terus memperluas promosi investasi melalui berbagai forum strategis, seperti Sumatra Investment Day yang akan digelar pada 22–23 Juli 2026 dan Bengkulu Regional Investment Economic Forum (BRIEF) pada 21 September 2026.
Promosi investasi juga diperkuat melalui digitalisasi informasi penanaman modal serta pengembangan industri hilirisasi sumber daya alam yang didukung keberadaan Pelabuhan Pulau Baai dan kawasan industri sebagai simpul logistik ekspor.
Pada pelaksanaan kurasi BLINC 3.0 tahun ini, tercatat sebanyak 12 proyek investasi dari 9 kabupaten/kota mengikuti proses penilaian. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor hilirisasi perkebunan, energi dan lingkungan, pangan, hingga pariwisata.
Beberapa proyek yang masuk tahap kurasi antara lain pengolahan kopi robusta, pabrik minyak CPO, pengolahan sampah, integrated nursery farming, rice milling unit, Laguna Waterpark & Resort, Danau Mas Harun Bastari, wisata mangrove, hingga pengembangan wisata ikan larangan.
Proses kurasi dilakukan oleh lima kurator yang berasal dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII).
Penilaian menggunakan pendekatan Five Case Model, meliputi aspek strategis, teknis, pasar, finansial, serta manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, lima proyek terbaik akan mengikuti kegiatan site visit bersama tim kurator pada 7–9 Juli 2026. Selanjutnya, dua proyek unggulan akan mendapatkan fasilitasi penyusunan Feasibility Study (FS) guna meningkatkan kesiapan proyek sebelum ditawarkan kepada investor potensial.
Melalui BLINC 3.0, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap semakin banyak proyek investasi daerah yang siap dipasarkan sehingga mampu menarik minat investor, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Bengkulu.*Gusmarni









