Dikbud Bengkulu Fasilitasi 21 Lulusan SMK Magang ke Jepang, Kuota Capai 600 Orang per Tahun

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Program magang kerja ke Jepang terus menjadi peluang bagi generasi muda Bengkulu untuk meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja, dan kesejahteraan ekonomi. Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu kembali memberangkatkan 21 lulusan SMK untuk mengikuti program magang ke Negeri Sakura.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, mengatakan para peserta yang diberangkatkan tersebut merupakan bagian dari angkatan ketiga program magang kerja ke Jepang yang difasilitasi pemerintah daerah.

 

Menurut Zulhendri, program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda Bengkulu untuk memperoleh pengalaman internasional dan meningkatkan kompetensi kerja.

 

“Pada angkatan ketiga ini ada 21 peserta yang diberangkatkan. Insya Allah pada September mendatang akan ada lagi sekitar 23 peserta yang dikirim ke Jepang,” ujar Zulhendri.

 

Ia menjelaskan, Pemerintah Jepang memberikan kuota yang cukup besar bagi Provinsi Bengkulu, yakni sekitar 600 orang setiap tahun selama 10 tahun ke depan. Dengan kuota tersebut, sekitar 6.000 tenaga kerja asal Bengkulu berpeluang mengikuti program magang dan bekerja di Jepang.

 

Program ini tidak hanya terbuka bagi lulusan SMK, tetapi juga bagi lulusan SMA dan sederajat. Para calon peserta dapat mempersiapkan diri sejak masih duduk di bangku kelas XII dengan mengikuti pelatihan bahasa Jepang, pembekalan budaya, serta etika kerja melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah ditunjuk.

 

Salah seorang peserta magang, Batra Jaya, mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena ingin memperoleh pengalaman hidup dan bekerja di Jepang yang dikenal memiliki budaya disiplin serta lingkungan kerja yang maju.

 

“Saya tertarik karena Jepang memiliki budaya yang menarik, lingkungan yang baik, dan banyak hal yang bisa dipelajari di sana,” katanya.

 

Batra mengungkapkan, sebelum dinyatakan siap berangkat dirinya menjalani pelatihan intensif selama sekitar satu tahun dua bulan di Bandung. Pelatihan tersebut meliputi pembelajaran bahasa Jepang, pengenalan budaya, hingga persiapan memasuki dunia kerja.

 

Menurutnya, peserta magang berpeluang memperoleh penghasilan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung jenis pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja.

 

Sementara itu, para orang tua peserta menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kesempatan yang diperoleh anak-anak mereka. Mereka menilai program magang ke Jepang menjadi peluang besar untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan masa depan generasi muda Bengkulu.

 

“Kami sangat mendukung. Anak kami sendiri yang mencari informasi dan berusaha mengikuti seluruh tahapan hingga akhirnya lolos dan bisa berangkat ke Jepang,” ujar salah seorang wali peserta.

 

Para orang tua berharap pengalaman yang diperoleh selama bekerja di Jepang dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik sekaligus membawa nama baik Bengkulu di tingkat internasional.

 

Program magang ke Jepang ini diharapkan terus membuka peluang kerja bagi generasi muda Bengkulu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mencetak tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar kerja global.*Gusmarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *