Gerakan Pangan Murah Dinilai Efektif, Bulog Bengkulu Jaga Stok dan Tekan Inflasi

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Pusat memberikan apresiasi kepada Bulog Perwakilan Bengkulu atas keberhasilannya menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman hingga akhir tahun. Upaya tersebut dinilai efektif dalam menekan potensi gejolak harga, terutama melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digencarkan bersama TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kawil Bulog Bengkulu secara konsisten melaksanakan GPM di sejumlah wilayah dengan melibatkan mitra strategis. Tingginya minat masyarakat terhadap program pangan murah turut berkontribusi menjaga harga pangan tetap stabil dan terkendali. Program GPM yang diluncurkan Bulog terbukti memberikan dampak signifikan dalam pengendalian inflasi di daerah.

Dari total stok 14.000 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dialokasikan untuk GPM, sebanyak 11.000 ton telah terserap oleh masyarakat. Hingga saat ini, kegiatan GPM masih terus berlangsung di beberapa kecamatan di Kota Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan kepala kantor Wilayah Bulog Perwakilan Bengkulu, Dody Syahrial, saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa stok beras di gudang Bulog hingga akhir Desember 2025 mencapai sekitar 6.400 ton.

“Stok ini mencukupi kebutuhan pangan masyarakat untuk tiga bulan ke depan, khususnya dalam menghadapi Natal, Tahun Baru, dan bulan puasa. Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, karena ketersediaan beras di gudang Bulog aman,” ujar Dody.

Ia menambahkan, selain stok yang ada, Bulog Bengkulu juga akan menerima tambahan pasokan beras dari DKI Jakarta dan Provinsi Lampung dalam jumlah puluhan ton untuk memperkuat cadangan pangan daerah.

Sepanjang tahun 2025, Bulog Bengkulu juga aktif melakukan penyerapan beras dari petani lokal di berbagai kabupaten, mulai dari Kabupaten Kaur hingga Kabupaten Mukomuko. Penyerapan tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Menurut Dody, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita dan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani lokal.

Menjawab pertanyaan terkait bantuan pangan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, Dody menjelaskan bahwa seluruh perwakilan Bulog di daerah mengonsolidasikan bantuan pangan melalui Bulog Pusat. Selanjutnya, Bulog Pusat mendistribusikan bantuan tersebut ke daerah-daerah yang terdampak bencana.

“Sejak bencana terjadi, Bulog Pusat telah mengirimkan stok pangan ke wilayah terdampak. Kami berharap bantuan tersebut dapat segera diterima masyarakat sehingga tidak terjadi kekurangan pangan di daerah bencana,” pungkasnya.*Gusmarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *