BPBD Bengkulu Pastikan Jembatan Air Martan Masih Layak, Perbaikan Dilakukan dalam Masa Pemeliharaan

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) BPBD Provinsi Bengkulu, Nopan, memastikan kondisi jembatan setelah perbaikan akan berfingsi kembali karena kodisi beton Air Martan di ruas jalan Pasar Ngalam–Pasar Seluma–Pasar Talo, Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma, bangunan utamanya masih berfungsi dengan baik meski terdampak bencana kondisi cuaca ekstrem.

Hal tersebut disampaikan Nopan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/4/2026), usai dilakukan peninjauan lapangan terhadap paket rekonstruksi jembatan pada STA 2+300 yang dikerjakan oleh PT Rodateknindo Purajaya.

Menurutnya, secara fisik pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Adapun kerusakan atau kondisi yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh faktor bencana alam dan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

“Dari hasil peninjauan, pekerjaan sudah sesuai spesifikasi. Kondisi jembatan di harapkan setelah perbaikan akan dapat berfungsi kembali” ujar Nopan.

Meski demikian, ia menilai perlu adanya penguatan atau pengamanan tambahan pada struktur jembatan, terutama untuk mengantisipasi dampak arus air yang cukup kuat dan adanya pusaran saat debit air meningkat.

“Pengamanan jembatan sangat diperlukan, namun harus direncanakan secara matang, terutama terkait jenis konstruksi yang tepat, mengingat adanya pusaran air saat terjadi pasang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kontraktor, PT Rodateknindo Purajaya, tetap bertanggung jawab terhadap perbaikan karena proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Sementara itu, pihak konsultan perencanaan juga memberikan sejumlah rekomendasi teknis. Di antaranya perlunya penambahan bronjong pada area tertentu, khususnya di bagian yang mengalami pergeseran struktur, guna memperkuat fondasi dan mencegah pergerakan lebih lanjut.

Selain itu, disarankan penggunaan material seperti batu kali serta pemasangan geotekstil untuk mengatasi rembesan air yang masuk ke celah-celah konstruksi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas struktur, terutama pada bagian oprit dan abutmen jembatan.

Dengan langkah penanganan yang tepat dan terencana, diharapkan kondisi jembatan tetap terjaga serta dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.**Gus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *