GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan melarang alih fungsi lahan sawah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri rembuk tani bersama petani di persawahan Jalan Danau, Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026).
Dalam dialog tersebut, Zulhas menyoroti maraknya perubahan fungsi lahan pertanian yang dinilai menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan produksi pangan.
Ia menjelaskan, pemerintah akan menerapkan kebijakan penggantian lahan bagi sawah yang telah dialihfungsikan, dengan skema berbeda sesuai kondisi irigasi.
“Lahan sawah yang sudah berubah sejak 2010 wajib diganti. Jika irigasinya baik diganti tiga kali luas, air payau dua kali, dan tadah hujan satu kali,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya konkret untuk mencegah penyusutan lahan pertanian secara terus-menerus. Ia juga menegaskan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi alih fungsi sawah ke sektor lain.
“Sawah tidak boleh lagi berubah fungsi menjadi apa pun,” ujarnya.
Selain itu, Zulhas menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi sebagai program prioritas pemerintah. Ia meminta petani aktif melaporkan kondisi irigasi yang rusak agar segera ditangani oleh instansi terkait.
“Kalau ada irigasi rusak, segera usulkan ke PU dan tembuskan ke kami. Ini program utama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, petani juga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari harga obat pertanian hingga kebutuhan pupuk seperti SP36. Pemerintah menjelaskan bahwa pupuk SP36 kini telah terintegrasi dalam pupuk NPK bersubsidi, sehingga petani diarahkan mengikuti pola penggunaan pupuk terbaru.
Rembuk tani berlangsung interaktif dengan diskusi terbuka antara pemerintah dan petani, membahas berbagai persoalan di lapangan sekaligus solusi untuk menjaga produktivitas dan stabilitas pangan di daerah.Gus









