GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, membawa suara pengusaha daerah dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) DPR RI. Dalam forum tersebut, Yosia menyampaikan satu cita-cita yang ingin diwujudkannya, yakni menjadikan pengusaha Bengkulu mampu berjaya dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri.
“Kami ingin menjadi tuan rumah di daerah,” tegas Yosia.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran perhatian Yosia terhadap keberadaan dan masa depan pengusaha lokal. Sebagai salah satu pengusaha muda asal Bengkulu, ia ingin agar para pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton ketika investasi dan pelaku usaha dari luar daerah masuk ke Bengkulu.
Semangat tersebut tidak terlepas dari perjalanan hidup Yosia sejak kecil. Yosia merupakan anak bungsu dari pengusaha ternama di Provinsi Bengkulu, Mahmudi Janto.
Menurut Mahmudi Janto, sejak kecil Yosia dikenal sebagai anak yang periang, murah senyum, penurut, serta mudah bergaul dengan lingkungan di sekitarnya.
“Sejak kecil Yosia memang anaknya periang, murah senyum, penurut, suka bergaul dan senang berbagi dengan teman-temannya,” ungkap Mahmudi Janto saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (5/10/2026).

Sifat terbuka tersebut membuat Yosia mudah berteman. Ia juga dikenal senang berbagi dan memiliki keberanian dalam bergaul dengan lingkungan sekitarnya.
Layaknya anak laki-laki pada umumnya, masa kecil Yosia juga diwarnai berbagai aktivitas sederhana. Ia gemar bermain kelereng bersama teman-temannya. Kenakalan khas anak-anak juga menjadi bagian dari masa kecilnya.
Yosia dikenal sebagai anak yang tidak mudah takut. Kebiasaannya bermain dan bergaul bersama teman-teman membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang berani menghadapi berbagai situasi.
Soal makanan, Mahmudi Janto mengenang Yosia sebagai anak yang memiliki beberapa makanan dan minuman favorit. Mi menjadi salah satu makanan yang disukainya. Ia juga gemar minum susu dan menikmati kelapa.
Memasuki masa remaja, kehidupan Yosia mulai dipenuhi aktivitas olahraga. Ia menempuh pendidikan di SMAN 5 Kota Bengkulu atau yang dikenal dengan sebutan SMANLI.
Di sekolah, minatnya terhadap olahraga semakin berkembang. Sepak bola, futsal, dan bola basket menjadi sejumlah olahraga yang digemarinya.
Namun, perjalanan hidup Yosia kemudian membawanya ke arah yang berbeda dari cita-cita yang mungkin dibayangkan ketika masih kecil.
Alih-alih mengejar profesi tertentu, Yosia justru tumbuh menjadi seorang pengusaha.
Pilihan tersebut tidak datang begitu saja. Sejak kecil, Yosia melihat langsung bagaimana sang ayah, Mahmudi Janto, bekerja keras membangun dan menjalankan usaha.
Dari sosok ayahnya itulah Yosia belajar bahwa dunia usaha bukan sekadar soal mencari keuntungan, tetapi juga tentang kerja keras, tanggung jawab, serta proses panjang dalam membangun sebuah usaha.
Melihat perjuangan sang ayah, muncul keinginan dalam diri Yosia untuk ikut membantu. Keinginan yang awalnya sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan yang membawanya masuk lebih jauh ke dunia usaha.
“Lihat bapaknya kerja keras, Yosi pengin bantu, keterusan,” demikian Mahmudi Janto menggambarkan perjalanan putranya hingga akhirnya menekuni dunia usaha.
Dari lingkungan keluarga itulah karakter Yosia sebagai pengusaha muda mulai terbentuk. Sikap mudah bergaul yang telah terlihat sejak kecil menjadi modal penting dalam membangun relasi. Sementara keberanian dan kegemarannya beraktivitas sejak masa muda ikut membentuk karakter dalam menghadapi berbagai tantangan dunia usaha.
Kini, Yosia tidak hanya dikenal sebagai seorang pengusaha muda, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki perhatian terhadap perkembangan Bengkulu.
Baginya, kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran generasi muda dan dunia usaha. Pengusaha daerah memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong potensi ekonomi lokal agar dapat berkembang.
Semangat tersebut pula yang dibawanya ketika menyampaikan aspirasi pengusaha Bengkulu di tingkat nasional. Yosia ingin agar pengusaha lokal memperoleh ruang yang lebih besar untuk berkembang dan mengambil manfaat dari potensi ekonomi daerah.
Perjalanan Yosia menjadi pengusaha menunjukkan bagaimana nilai-nilai yang ditanamkan keluarga sejak kecil dapat berkembang menjadi motivasi untuk membangun sesuatu yang lebih besar.
Dari seorang anak yang gemar bermain kelereng, bergaul, dan berolahraga, Yosia kemudian tumbuh menjadi pengusaha muda yang membawa semangat untuk ikut berkontribusi bagi daerah kelahirannya.
Kisahnya berawal dari sosok seorang ayah yang bekerja keras. Dari sana, tumbuh keinginan seorang anak untuk membantu. Keinginan tersebut kemudian berkembang menjadi pilihan hidup dan perjalanan panjang di dunia usaha.
Kini, Yosia Yodan terus membawa semangat tersebut dalam kiprahnya sebagai pengusaha muda asal Bengkulu. Ia ingin kerja keras yang dimulai dari lingkungan keluarga dapat berkembang menjadi kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerahnya.**Gusmarni









