Warga Soroti Proyek Jalan Dana Kelurahan Anggut Bawah Rp150 Juta, Diduga Tak Penuhi Standar Teknis

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Pelaksanaan pembangunan jalan lingkungan yang bersumber dari Dana Kelurahan di Kelurahan Anggut Bawah, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, menuai perhatian warga. Proyek senilai Rp150 juta itu dinilai perlu dievaluasi karena diduga terdapat sejumlah aspek pelaksanaan yang tidak sesuai dengan standar teknis.

 

Sorotan tersebut disampaikan Eki, warga Kelurahan Anggut Bawah yang mengaku ikut menyusun perencanaan awal pembangunan. Ia mengungkapkan, dari hasil pengamatannya di lapangan, terdapat beberapa hal yang patut menjadi perhatian, terutama pada enam titik pengecoran jalan di Jalan Nala 4 RT 04/RW 01.

 

Menurutnya, proses pencampuran material dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen. Selain itu, pekerja juga tidak menggunakan kotak takaran (box) untuk mengukur komposisi semen, pasir, dan batu split.

 

“Kami mempertanyakan bagaimana memastikan campuran material sesuai spesifikasi apabila tidak menggunakan alat ukur yang baku. Hal itu tentu berpengaruh terhadap mutu beton yang dihasilkan,” kata Eki.

 

Ia menambahkan, dirinya sempat meminta penjelasan kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) selaku pelaksana kegiatan mengenai mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

 

Namun, menurutnya, penjelasan yang diterima hanya menyebutkan bahwa proyek menggunakan “beton mutu standar” tanpa menjelaskan klasifikasi mutu beton secara rinci.

 

“Mutu standar itu harus dijelaskan. Apakah K-100, K-125, K-150, atau K-175, karena masing-masing memiliki kekuatan dan peruntukan yang berbeda,” ujarnya.

 

Selain persoalan campuran material, Eki juga menyoroti ketebalan badan jalan yang menurut pengamatannya tampak tidak seragam di beberapa titik.

 

Meski demikian, ia mengakui belum melakukan pengukuran teknis secara langsung sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

 

“Secara visual ada bagian yang terlihat lebih tipis dan ada yang lebih tebal. Untuk memastikan kesesuaiannya dengan gambar rencana tentu perlu dilakukan pengukuran teknis,” jelasnya.

 

Eki berharap pemerintah kelurahan, pelaksana kegiatan, maupun instansi pengawas dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi teknis dan anggaran yang telah dialokasikan.

 

Ia menegaskan, pengawasan diperlukan agar pembangunan jalan yang dibiayai dengan dana pemerintah dapat memberikan manfaat yang optimal dan memiliki daya tahan sesuai perencanaan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kelurahan Anggut Bawah maupun Ketua LPM selaku pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait masukan dan dugaan yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang. **Tim Redaksi

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *