GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan oleh Manager Pengembangan UMKM sekaligus Manager Humas Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Tulus, dalam kegiatan talkshow Bencoolen Fest 2026 bertajuk “Right Credit for Bright Business: UMKM Tertib Finansial, Siap Raih Pembiayaan”, Minggu (11/10/2026).
Tulus memaparkan bahwa terdapat sekitar 65 juta UMKM di seluruh Indonesia yang mampu menyerap hampir ratusan juta tenaga kerja dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai kurang lebih 61 persen. Sementara di Bengkulu, data BPS mencatat lebih dari 17.000 industri kecil dan UMKM yang menyerap lebih dari 42.000 tenaga kerja.
Dukungan Pembiayaan Bank Sinarmas bagi Sektor UMKM
Sektor UMKM yang beranekaragam—mulai dari usaha jasa, perkebunan, hingga perdagangan seperti warung manisan, penjual kue, dan pakaian—memiliki peluang besar untuk mendapatkan suntikan modal. Perwakilan Bank Sinarmas, Ragil dan Alya, menyampaikan bahwa Bank Sinarmas siap mendukung dan membiayai berbagai jenis usaha masyarakat.
“Prinsipnya, apapun bentuk usahanya selama memiliki arus kas (cash flow) yang jelas, itu bisa kami biayai. Untuk nilai pinjaman yang kami sediakan berkisar antara Rp101 juta hingga Rp500 juta,” ujar Ragil dalam sesi tersebut.
Radit juga menjelaskan terkait opsi pembiayaan syariah yang sebelumnya dikelola di bawah Bank Sinarmas Syariah, kini telah bertransformasi menjadi Nano Bank yang berlokasi di Padang Jati (samping UMB).
Sementara untuk pembiayaan konvensional diakomodasi langsung melalui manajemen Bank Sinarmas Konvensional.
Pentingnya Kedisiplinan Finansial UMKM
Meskipun peluang pembiayaan terbuka luas, Tulus menekankan pentingnya pembinaan serta kedisiplinan pencatatan keuangan bagi para pelaku UMKM. Hal ini bertujuan agar laporan arus kas, kebutuhan modal kerja, hingga biaya operasional dapat terlihat secara transparan oleh lembaga penyedia pembiayaan.
Bank Indonesia sendiri menyediakan aplikasi pencatatan keuangan gratis bernama SIAPIK untuk membantu UMKM menyusun laporan keuangan yang rapi. Selain itu, Tulus juga mengimbau agar pelaku usaha menghindari pinjaman online (pinjol) ilegal yang menetapkan suku bunga tinggi karena berisiko memberatkan kelangsungan usaha.
Dengan adanya kemudahan akses serta sinergi antara Bank Indonesia, perbankan seperti Bank Sinarmas, dan pihak akademisi, diharapkan UMKM di Bengkulu semakin percaya diri dan siap secara finansial untuk meraih pembiayaan guna mengembangkan usahanya.**Gusmarni









