GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, MM, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang Ke-3 Tahun 2025 di Kelurahan Sido Mulyo, Jalan Hibrida 15, Kota Bengkulu. Reses yang berlangsung pada 1–5 Desember 2025 ini mengusung tema “Kita Tingkatkan Semangat Juang Mewujudkan Aspirasi Rakyat Menuju Bengkulu Hebat”.
Dalam kegiatan tersebut, Sumardi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil Bengkulu 1 Kota Bengkulu, menerima beragam aspirasi yang disampaikan warga.
Salah satu persoalan utama yang mencuat adalah minimnya jumlah tiang listrik di sejumlah titik di Kota Bengkulu. Banyaknya sambungan pada satu tiang menyebabkan daya listrik ke rumah warga menjadi lemah, bahkan memicu kerusakan peralatan elektronik.
“Dalam waktu dekat kami akan berdiskusi dan mengajukan permohonan penambahan tiang listrik ke pemerintah pusat. Harapan kita, daya listrik di setiap rumah bisa stabil dan alirannya kembali normal,” ujar Sumardi.
Selain persoalan kelistrikan, warga juga menyampaikan usulan pelebaran jalan di kawasan Simpang Skip. Sumardi menyatakan akan membawa aspirasi tersebut untuk mendorong terwujudnya pelebaran jalan demi kelancaran arus kendaraan.
Aspirasi lain yang muncul adalah permintaan pelaksanaan fogging secara berkala. Warga menginginkan kegiatan fogging dilakukan setidaknya setiap enam bulan sekali untuk mencegah penyebaran demam berdarah. Sumardi menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu untuk merealisasikan kebutuhan tersebut.
Tidak hanya itu, warga juga menyoroti kondisi saluran drainase di wilayah Nakau yang perlu peningkatan dan pembersihan. Mereka berharap adanya perbaikan agar aliran air dapat berjalan lancar saat musim hujan.
Untuk perluasan Jalan Sido Mulyo, Sumardi menjelaskan bahwa usulan tersebut akan dimasukkan dalam pembahasan anggaran tahun 2026.
Sementara terkait penggunaan marka jalan berwarna merah putih, Sumardi mengatakan bahwa hingga kini belum ada aturan khusus yang mengatur hal tersebut. Namun, ia memahami semangat masyarakat yang ingin menghadirkan identitas “Bengkulu Bumi Merah Putih” dalam infrastruktur daerah.
Menutup resesnya, Sumardi menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan setiap aspirasi warga dan membawa seluruh usulan tersebut ke meja pembahasan baik di tingkat provinsi maupun pusat.**Gus









