GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional melalui penerapan Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program yang menjadi prioritas Presiden dan ditindaklanjuti Kementerian Pertanian itu diyakini mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui modernisasi, mekanisasi, serta penguatan infrastruktur pendukung.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu H. Mian usai Rapat Koordinasi Pertanian Modern PM-AAS Provinsi Bengkulu di Balai Raya.
Mian mengatakan, Pemprov Bengkulu menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Bengkulu sebagai salah satu daerah penerapan PM-AAS.
“Pertama kita mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas program prioritas Bapak Presiden terkait upaya swasembada pangan yang ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian melalui program PM-AAS,” ujar Mian.
Menurutnya, inti dari PM-AAS adalah penerapan sistem pertanian modern berbasis mekanisasi, mulai dari proses tanam menggunakan alat modern, dukungan sarana produksi pertanian (saprotan), hingga ketersediaan sumber daya air yang memadai.
“Intinya adalah modernisasi, mekanisasi, tabur benih menggunakan mekanisasi yang didukung saprotan yang cukup, termasuk sumber daya air yang memadai. Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang akan menerapkan sistem tersebut,” katanya.
Mian menegaskan keberhasilan program pertanian modern, termasuk cetak sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah), tidak hanya bergantung pada alat dan teknologi, tetapi juga pada ketersediaan air baku dan jaringan irigasi.
Karena itu, ia meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII berperan aktif memastikan pasokan air dapat menjangkau seluruh kawasan pertanian yang menjadi sasaran program.
“Air baku harus tersedia dan BWSS harus berperan aktif dalam memastikan kebutuhan irigasi terpenuhi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhitungan teknis, termasuk elevasi lahan, agar distribusi air benar-benar mampu mengairi lahan pertanian secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Mian meminta seluruh Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota menyampaikan data Lahan Baku Sawah (LBS) secara aktual dan faktual.
Menurutnya, apabila terjadi alih fungsi lahan, kondisi tersebut harus dilaporkan apa adanya sehingga pemerintah pusat dapat memberikan intervensi yang tepat dalam mendukung program swasembada pangan.
“Jangan takut ketika sudah ada alih fungsi lahan. Laporkan yang sebenarnya agar bantuan dari pemerintah pusat benar-benar terukur,” ujarnya.
Apabila luasan LBS dinilai masih kurang, Pemprov Bengkulu bersama Kementerian Pertanian akan mempercepat program pencetakan sawah baru yang telah direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 untuk pelaksanaan berikutnya.
Mian juga menyoroti kekhawatiran para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terkait keberhasilan program cetak sawah yang belum seluruhnya memiliki kepastian pasokan air.
Ia meminta seluruh pihak bersikap terbuka terhadap kondisi di lapangan dan tidak hanya mengejar target administrasi.
Menurutnya, rapat koordinasi harus ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan agar penggunaan anggaran pemerintah yang mencapai ratusan miliar rupiah benar-benar berdampak pada peningkatan produksi pertanian.
“Jangan sampai kita hanya bicara angka-angka, tetapi kenyataan di lapangan produksinya tidak meningkat. Semua harus dibuktikan dengan data yang aktual, faktual, dan konkret,” tegasnya.
Selain kesiapan teknis, Mian mengatakan faktor cuaca juga menjadi tantangan dalam menyukseskan program swasembada pangan. Ia berharap musim kemarau tidak berlangsung lebih panjang dari perkiraan BMKG sehingga kebutuhan air untuk pertanian tetap terpenuhi.
Ia menyebut Gubernur Bengkulu juga terus mengingatkan pentingnya ikhtiar dan doa yang diistilahkan sebagai “Mitigasi Langit”, agar kondisi cuaca tetap mendukung produktivitas pertanian.
“Kita berharap El Nino tidak berkepanjangan. Mudah-mudahan sesuai laporan BMKG, kondisi kemarau tidak meluas hingga melewati akhir Agustus. Karena sebaik apa pun perencanaan, jika terkendala cuaca tentu akan memengaruhi hasil yang ingin dicapai,” pungkasnya.**Gusmarni










