BENGKULU – Polda Bengkulu terus mendorong transformasi tata kelola internal melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya diwujudkan dengan launching Sistem Pengadaan Perlengkapan Perorangan (SI-KAPOR) yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Launching SI-KAPOR menjadi langkah awal penerapan sistem digital dalam proses pengadaan perlengkapan perorangan Polri. Dalam implementasinya, Polda Bengkulu ditetapkan sebagai pilot project untuk menguji sekaligus menyempurnakan sistem sebelum nantinya dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas di lingkungan Polri.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Bengkulu, Wakapolda Bengkulu, para Pejabat Utama (PJU) Polda Bengkulu, para Kapolres/ta jajaran, Kasubbag Renmin satuan kerja, serta personel dan pejabat terkait.
Karo Logistik Polda Bengkulu Kombes Pol. Aprianto Suseno, S.I.K., menjelaskan bahwa SI-KAPOR merupakan inovasi digital yang dikembangkan dalam Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I. Sistem tersebut dirancang untuk mendorong proses perencanaan pengadaan perlengkapan yang berangkat dari kebutuhan nyata personel atau menggunakan pendekatan bottom-up.
“Melalui SI-KAPOR, kebutuhan perlengkapan personel dapat dihimpun, diverifikasi, divalidasi dan dianalisis secara lebih terintegrasi,” ujar Kombes Pol. Aprianto.
Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses perencanaan pengadaan, sekaligus memperkuat aspek transparansi serta akuntabilitas pengelolaan logistik.
Dengan pendekatan berbasis data, kebutuhan perlengkapan personel dapat dipetakan secara lebih tepat sehingga proses pengadaan diharapkan semakin tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Polda Bengkulu sebagai pilot project juga memiliki peran penting dalam memberikan masukan terhadap pelaksanaan SI-KAPOR. Hasil implementasi, evaluasi dan berbagai temuan selama proses uji coba akan menjadi bahan penyempurnaan sistem ke depan.









