Perpustakaan Provinsi Bengkulu Gelar Lokakarya Penulisan Materi Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu menggelar Lokakarya Penulisan Materi Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal untuk memperkuat nilai integritas dan membangun kesadaran antikorupsi di tengah masyarakat.

 

Kegiatan bertema “Penguatan Pesan Antikorupsi untuk Membangun Masyarakat Berintegritas Berbasis Kearifan Lokal” tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan Provinsi Bengkulu, Rabu (21/10/2026), dan diikuti 25 peserta dari berbagai kalangan pegiat literasi.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu,

Dr.H.Meri Sasdi

,M.Pd mengatakan lokakarya ini diharapkan menghasilkan materi antikorupsi yang berkualitas dan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu, terutama dalam menanamkan nilai-nilai integritas melalui pendekatan kearifan lokal.

 

Menurutnya, nilai-nilai yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Merisasdi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Bengkulu dan jajaran pemerintah daerah terhadap program perpustakaan dan kearsipan. Ia berharap kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus diperkuat, khususnya dalam upaya pencegahan korupsi.

 

Ia menilai pendekatan KPK yang semakin terbuka dan bersahabat dapat membantu mengubah pandangan sebagian masyarakat yang selama ini menganggap lembaga antirasuah tersebut sebagai institusi yang menakutkan.

 

“Kami berharap KPK RI terus memberikan pendampingan dan memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan korupsi serta membangun bangsa,” ujarnya.

 

**Perpustakaan Raih Akreditasi A+**

 

Dalam kesempatan tersebut, Merisasdi turut memaparkan sejumlah capaian yang diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir.

 

Ia menjelaskan, Perpustakaan Provinsi Bengkulu yang sebelumnya pernah berada pada posisi rendah dalam penilaian akreditasi nasional, kini berhasil meraih akreditasi A+ dari Perpustakaan Nasional RI. Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama, pembenahan, dan penguatan integritas yang dilakukan selama lima tahun terakhir.

 

Di bidang kearsipan, Merisasdi menyebut instansinya juga berhasil memperbaiki hasil pengawasan secara signifikan. Setelah memperoleh nilai pengawasan yang sangat rendah pada 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu meraih predikat Sangat Memuaskan (AA) pada 2024.

 

Meski sempat mengalami sedikit penurunan nilai pada 2025, pihaknya kembali memperoleh predikat AA dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sebagaimana diumumkan pada Oktober 2026.

 

Menurut Merisasdi, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, komitmen jajaran organisasi, serta upaya berkelanjutan dalam memperbaiki tata kelola perpustakaan dan kearsipan.

 

Melalui lokakarya ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pesan antikorupsi dapat disampaikan secara lebih dekat dengan masyarakat melalui karya literasi yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.

 

Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat budaya integritas, mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan sesuai aturan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Bengkulu.**Gusmarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *