Peran APBB dalam Mendorong Partisipasi Pelaku Usaha di BRIEF

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Bencoolen Regional Investment dan Economic Forum (BRIEF) yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu dan Pemprov Bengkulu diakui memberi dampak signifikan bagi upaya mendorong kemajuan ekonomi daerah. Sebab, selain mampu mendatangkan minat investor, even ini juga menjadi peluang bagi pelaku usaha local untuk mempromosikan produknya.

Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Provinsi Bengkulu Sutarman bahkan menyarankan agar even seperti BRIEF ini digelar secara rutin dan sesering mungkin. Bukan hanya sekali dalam kurun waktu tertentu dan relatif lama.

“Harus lebih sering. Itu poin-nya. Harus lebih sering ada even-even seperti ini. Bukan cuma sekali-kali. Saya sudah 30 tahun di Bengkulu, baru kali melihat ada produk dengan bahan sebagus ini,” kata Sutarman saat mengunjungi stand IKM Tenun Bumpak, yakni salah satu UKM binaan Bank Indonesia yang memproduksi kain tenun.

Sutarman, dengan berat hati, menyatakan, Bengkulu sebenarnya kurang menarik di kancah bisnis nasional. Itu sebabnya, kata dia, even seperti BRIEF perlu dilanjutkan sebagai salah satu upaya mengeksplorasi potensi yang ada di Bengkulu.

“Bengkulu itu daerah, secara nasional, kurang menarik. Sorry ya. Makanya harus dibuka dan diperkenalkan. Makanya harus lebih sering. Ini tantangan bagi pemerintah daerah. Tamu dari luar itu mengejar hal-hal yang berbau etnis. Kalau pemandangan dan yang lain-lain itu sudah biasa,” katanya.

Lebih lanjut Sutarman juga menyarankan adanya pameran agar bisa melibatkan banyak pihak, terutama pelaku-pelaku usaha di daerah. Dengan begitu, kata dia, maka akan juga bisa menarik perhatian publik.

“Perlu juga pameran-pameran. Kalau ini kan yang terlibat hanya orang-orang tertentu. Sementara kita butuh publik. Butuh orang banyak,” ujarnya.

Dikatakan Sutarman, pelibatan pihak swasta seperti perusahaan-perusahaan juga sangat perlu. Sebab mereka juga punya program CSR. Menurut dia, peran pemerintah dalam mengkoordinasikan program CSR perusahaan ini sudah berjalan di daerah lain dan hasilnya berdampak nyata.

“Kekuatan CSR itu sangat besar. Seluruh perusahaan punya program CSR dan itu ada amanat undang-undang. Jadi butuh good will pemerintah agar CSR berjalan efektif. Dibentuk forum CSR tapi gak jalan. Itu semua harus ada campur tangan pemerintah. Tidak bisa membiarkan perusahaan itu jalan masing-masing karena programnya harus sinkron dengan program pemerintah,” katanya.Gus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *