MUKOMUKO – Pengeringan total jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Manjuto Kiri dan Manjuto Kanan di Kabupaten Mukomuko dijadwalkan berlangsung secara bertahap setelah masa panen. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII.
Pihak BWS Sumatera VII, Yudha, mengatakan jadwal penutupan pintu air dan pengeringan telah dikoordinasikan bersama Komisi Irigasi serta pihak terkait.
Menurutnya, pelaksanaan pengeringan sebelumnya sempat ditunda untuk mengakomodasi petani di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Lubuk Pinang dan V Koto, yang mengalami pergeseran jadwal panen maupun tanam.
Pengeringan diperlukan agar pekerjaan perbaikan pada bagian saluran irigasi dapat dilaksanakan secara optimal. Namun, pelaksanaannya juga harus mempertimbangkan kebutuhan air bagi lahan pertanian agar tidak mengganggu aktivitas petani.
Di lapangan, sejumlah petani masih menyampaikan keluhan teknis, seperti distribusi air yang belum merata pada awal musim tanam serta sisa material tanah yang menghambat aliran air.
Sementara itu, Dinas Pertanian Mukomuko bersama Komisi Irigasi tengah mengkaji usulan petani agar pengeringan jaringan irigasi tidak dilakukan setiap tahun, melainkan dua tahun sekali.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan jadwal pengeringan berikutnya, sehingga kebutuhan perbaikan infrastruktur tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keberlangsungan pola tanam petani di Kabupaten Mukomuko.***Gus









