Mengangkat Ekonomi Desa, UMKM Rejang Lebong Sulap Potensi Aren Jadi Beragam Produk

GOESSNEWS.COM –  REJANG LEBONG – Potensi tanaman aren terus dikembangkan masyarakat Desa Air Meles Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, sebagai sumber penggerak ekonomi desa. Melalui pengembangan industri olahan aren, masyarakat tidak hanya menghasilkan gula aren, tetapi juga mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

 

Owner UMKM, Embang Noviant, mengatakan sekitar 80 persen masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari aktivitas penderesan dan pengolahan aren. Jumlah pengrajin yang terlibat dalam usaha tersebut diperkirakan mencapai 300 hingga 350 orang.

 

Hal itu disampaikan Embang saat ditemui Media Goessnews.com dalam kegiatan Bazaar UMKM yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu di Kabupaten Kepahiang, Senin (7/9/2026).

 

Menurut Embang, untuk menjaga ketersediaan bahan baku, UMKM setempat juga membentuk dan membina kelompok tani yang melibatkan sekitar 60 petani aren. Hasil penderesan dari petani lokal kemudian diserap untuk memenuhi kebutuhan produksi.

 

“Kami membina kelompok tani sekitar 60 orang petani. Ini untuk memastikan bahan baku tetap tersedia dan hasil penderesan masyarakat bisa langsung diserap,” ujar Embang.

 

Kembangkan Beragam Produk Aren

 

Seiring berkembangnya usaha, produk yang dihasilkan tidak lagi sebatas gula aren cetak atau gula batok. UMKM tersebut kini mengembangkan sejumlah produk turunan, mulai dari Gula aren cetak, Gula aren cair, Gula aren jahe merah, Kopi Mix Gula Aren hingga Gula aren semut yang dikenal dengan nama Sari Aren.

 

Dari berbagai produk tersebut, Sari Aren menjadi salah satu produk yang paling diminati konsumen atau menjadi best seller.

 

Inovasi juga dilakukan pada pengelolaan limbah. Melalui pembinaan dari Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, UMKM mulai menerapkan konsep zero waste dengan mengolah limbah dari proses produksi aren menjadi pupuk organik cair.

 

Pupuk tersebut kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura dan perkebunan buah-buahan masyarakat.

 

Produksi Capai Belasan Ton per Bulan

 

Pengembangan industri aren juga berdampak terhadap peningkatan kapasitas produksi. Saat ini, produksi bahan baku untuk gula aren cetak berada di kisaran 5 hingga 12 ton per bulan.

 

Sementara untuk gula aren semut, kapasitas produksinya mencapai sekitar 3 hingga 5 ton per bulan.

 

Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pangan alami turut mendorong permintaan gula aren. Produk olahan aren dari Rejang Lebong pun kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar Bengkulu.

 

Pemasarannya telah menjangkau sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Palembang, Padang, Pekanbaru, Riau, Lampung hingga Bangka Belitung.

 

Tak hanya di Sumatra, produk tersebut juga telah menembus pasar Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara.

 

Pengembangan potensi aren tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa serta memperkuat keberlanjutan usaha berbasis potensi daerah.**Gusmarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *