LOKALATIH KEGIATAN LUAR BIASA (KLB) DAN SURVAILANS BERBASIS MASYARAKAT KEPADA PMI KABUPATEN/KOTA DAN RELAWAN

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja dengan dampak yang sangat beragam. Dalam situasi darurat, PMI sebagai organisasi kemanusiaan memiliki tugas untuk merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Agar setiap tindakan tanggap darurat dapat berjalan dengan baik, diperlukan panduan operasional yang baku, yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) Kebencanaan.

SOP Kebencanaan PMI dirancang untuk menjadi acuan bagi seluruh jajaran PMI, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dalam menjalankan operasi tanggap darurat. Namun, implementasi SOP Kebencanaan sering menghadapi tantangan, seperti kurangnya pemahaman di lapangan atau keterbatasan koordinasi antar unit. Oleh karena itu, Kegiatan Sosialisasi SOP Kebencanaan diadakan oleh PMI Provinsi Bengkulu untuk memperkuat kapasitas, memperjelas alur kerja, dan memastikan semua pihak memahami prosedur yang harus diikuti, gunanya untuk meningkatkan efektivitas dan koordinasi dalam menjalankan tugas dalam penanganan bencana yaitu memberikan pemahaman kepada peserta mengenai SOP Kebencanaan PMI, meningkatkan kesiapan anggota PMI dalam menghadapi situasi bencana, menyediakan platform diskusi dan tanya jawab terkait implementasi SOP dan memastikan seluruh peserta dapat mengaplikasikan SOP dalam kegiatan operasional PMI.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari pada Hari Kamis, 20 Februari 2025 bertempat di Markas PMI Provinsi Bengkulu dengan menggunakan Zoom Meeting (daring). Kegiatan ini diikuti 20 orang dengan perwakilan 2 orang dari setiap PMI Kabupaten/Kota, Pemateri ada 5 orang dengan Panitia 2 orang. Bentuk kegiatan yaitu Pemaparan materi oleh pemateri, Sesi diskusi dan tanya jawab dan Evaluasi pemahaman peserta. Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bengkulu Drs. H.Khairil Anwar, M.Si mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi pemangku/pengambil kebijakan di PMI maupun relawan guna optimalisasi pelayanan PMI yang sesuai standar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *