GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Koperasi Sejahtera Kota Bengkulu yang berlokasi di Kampung Bahari Kecamatan Kampung Melayu “diduga” main mata dalam pembagian bahan bakar minyak (BBM) ter- khusus BBM solar di stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) tidak merata alias tebang pilih.
Akibatnya para nelayan kecil kampunh bahari pulau Baai sangat membutuhkan BBM solar, sehingga mereka tidak bisa beroperadi untuk melaut dan tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Disampaikan ketua DPC Himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bengkulu, Ali Syukur Simatupang didampingi Waka 1 dan Waka 3, Joni Ardiansyah beserta Romi Faslah di sekretariat HNSI Kampung Melayu, pada Kamis, 14 November 2024.
Lanjut Ali kuota BBM untuk nelayan di Kota Bengkulu tergantung kebutuhan seperti kapal 3 GT membutuhkan 105 liter BBM solar perhari. Sementara itu jatah harga BBM khusus nelayan Rp.6.800 tapi diduga jika dijual pada nelayan pemilik kapal besar harga BBM mencapai Rp.9000. BBM
yang disalurkan perbulan mencapai 18.000 ton lebih. Artinya kebutuhan untuk satu kapal nelayan perbulan berkisar 500 liter lebih. Yang tragisnya nelayan yang sudah datang ke SPBUN BBM sudah habis, padahal nelayan bersangkutan sudah mendapat rekomendasi dari Koperasi bersangkutan dari Dinas DKP Kota dan DKP Provinsi.
HNSI Kota Bengkulu sudah melakukan upaya seperti penambahan kuota BBM dan minta SPBUN tidak “main mata” dengan nelayan-nelayan besar karena mereka harusnya menggunakan BBM industri.
Selain harus ada pengawasan yang ketat dari instansi berwenang seperti PPNS DKP Kota/Provinsi dan Polisi Air Polda Bengkulu.
Sebab itu HNSI Kota Bengkulu tegas meminta lima SPBUN yang ada dikawasan Kampung Bahari harus benar-benar berpihak pada nelayan kecil dengan memenuhi kebutuhan BBM mereka. Dan kepada DKP Kota dan DKP Provinsi harus mengayomi nelayan yang ada dikawasan Pulau Baai dan aparat penegak harus mengusut dan menindak tegas oknum-oknum yang bermain seperti oknum Koperasi dan lain-lain.
Dalam pantauan dilapangan sejumlah kapal nelayan kecil hanya bersandar di Kampung Bahari dan TPI mereka tidak melaut karena sulitnya mendapatkan BBM.Gus










