Jelang Ramadan, Pemprov Bengkulu Pantau Ketersediaan Pangan dan Gelar Operasi Pasar

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berupaya menekan harga bahan pangan pokok agar tetap stabil di tingkat konsumen.

Hal ini disampaikan Karo Perekonomian Sekda Provinsi Bengkulu, Hafni Khaidir diruang kerjanya Kamis, 27 Februar 2025.

Lanjut Hafni, selama bulan Ramadhan pihaknya bersama aparat terkait juga akan memantau ketersediaan pangan aman menjelang HBKN, sebagai tindak lanjut dari surat edaran Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Nomor 500.2.3/378/IJ tertanggal 20 Februari 2025, pemerintah daerah di seluruh Indonesia diminta menggelar operasi pasar menjelang Ramadan dan Idulfitri. Operasi pasar ini bertujuan menjaga pasokan serta mengendalikan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Dalam upaya tersebut, Pemprov Bengkulu menerapkan kerangka 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian inflasi dan memastikan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.

” Ada empat langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam mengendalikan harga pangan.

Pertama, melakukan pendataan stok dan harga bahan pangan secara berkala. Kedua, mengantisipasi potensi gejolak pasokan dan harga dengan langkah preventif.

Ketiga, memperketat pemantauan serta pengawasan distribusi pangan. Keempat, memperkuat kerja sama antar daerah, terutama bagi wilayah yang mengalami defisit pangan atau berpotensi mengalami lonjakan harga,” ungkap hafni Khaidir.

“Kami berharap harga bahan pokok selama Ramadan tetap stabil, bahkan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, operasi pasar besar-besaran akan dilakukan untuk memastikan harga tetap terkendali,” ujar Hafni

Ia juga menegaskan bahwa keseimbangan harga harus menguntungkan semua pihak.

“Tugas pemerintah adalah memastikan semua pihak tersenyum: petani dan peternak mendapatkan harga yang layak, konsumen tidak terbebani, dan pengusaha tetap mendapat keuntungan,” tutup Hafni Khaidir ramah.Gus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *