Iswahyudi: Seminar BPD Harus Beri Dampak Nyata bagi Perekonomian Bengkulu

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Seminar Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia yang digelar Hotel Mercure, Jum”at, 21 Agustus 2026, di Provinsi Bengkulu menjadi momentum strategis untuk menghimpun gagasan, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan solusi bersama bagi penguatan peran BPD dalam pembangunan daerah.

 

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu), H. Iswahyudi, SE, MM, mengatakan seminar tersebut tidak hanya menjadi forum bertukar wawasan, tetapi juga wadah bagi seluruh BPD untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan rekomendasi kepada pemerintah pusat.

 

Menurut Iswahyudi, hasil pembahasan dalam seminar nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi bersama. Aspirasi tersebut kemudian disampaikan kepada pemerintah melalui narasumber kunci dari Komisi XI DPR RI.

 

“Tujuannya kita menghimpun insight, melihat kendala-kendala yang dihadapi BPD, kemudian merumuskan rekomendasi bersama. Hasilnya nanti kita sampaikan kepada pemerintah,” ujar Iswahyudi.

 

 

Ia menjelaskan, terpilihnya Bengkulu sebagai tuan rumah juga memberikan dampak positif bagi daerah. Bank Bengkulu bahkan mengajukan diri sebagai tuan rumah lebih awal dari jadwal yang semestinya.

 

Langkah tersebut dinilai memberikan peluang besar untuk memperkenalkan Provinsi Bengkulu kepada para delegasi BPD dari berbagai daerah di Indonesia.

 

“Kita ingin Bengkulu lebih dikenal. Ketika seluruh delegasi BPD datang ke sini, mereka bisa melihat langsung potensi yang dimiliki Bengkulu,” jelasnya.

 

Kehadiran para peserta seminar juga dinilai memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah. Sejumlah sektor ikut merasakan manfaat, mulai dari transportasi udara, penyewaan kendaraan, perhotelan, hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

Selain memperkenalkan daerah, Bank Bengkulu juga mendorong agar kegiatan tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi UMKM lokal. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk melihat dan membeli produk UMKM di lokasi kegiatan, tetapi juga dipertemukan langsung dengan para produsennya.

 

Salah satu potensi yang diperkenalkan adalah komoditas kopi khas Bengkulu. Melalui pertemuan langsung tersebut, diharapkan terbuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas antara UMKM Bengkulu dengan delegasi dari daerah lain.

 

“Harapannya bukan hanya transaksi saat mereka berada di Bengkulu. Kita ingin ada koneksi langsung dengan produsennya, sehingga setelah mereka kembali ke daerah masing-masing bisa menjadi reseller atau melakukan pemesanan secara berkala,” katanya.

 

Dengan demikian, seminar BPD se-Indonesia di Bengkulu diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi bagi penguatan perbankan daerah, tetapi juga mampu membuka jaringan bisnis baru dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Bengkulu.**Gusmarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *