Dedy Wahyudi Dorong Pengurus KKMP Profesional, Pemkot Siapkan Pembinaan dan Modal Koperasi

GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Wali Kota Bengkulu, Dr. H. Dedy Wahyudi, BZ., SE, MM, membuka pelatihan penguatan kapasitas dan profesionalisme pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Hotel Nala, kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Senin (2/11/2026).

 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola koperasi agar lebih mandiri, modern, profesional, dan berdaya saing sehingga mampu memberikan manfaat bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.

 

Dalam wawancara usai kegiatan, Dedy Wahyudi yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Hj. Nelawati, S.P., M.M., mengatakan pemerintah kota berkomitmen mendukung perkembangan koperasi melalui pembinaan dan bantuan permodalan.

 

Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar koperasi memiliki kemampuan pengelolaan yang baik, dapat berkembang secara mandiri, serta menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

 

Selain penguatan koperasi, Dedy turut memaparkan sejumlah program pemerintah kota yang diarahkan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Salah satunya melalui program beasiswa pendidikan tinggi bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

 

Untuk program tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan anggaran berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Pelaksanaannya akan melibatkan perguruan tinggi, dengan proses seleksi calon penerima dilakukan langsung oleh masing-masing kampus.

 

Program ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

 

“Program ini kita siapkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Dedy.

 

Di bidang perumahan, Pemerintah Kota Bengkulu juga menargetkan program bedah rumah bagi sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

 

Dedy menjelaskan, target tersebut akan didukung melalui beberapa sumber pendanaan. Rinciannya, sekitar 500 unit dari pemerintah pusat, 200 unit melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu.

 

Khusus bantuan bedah rumah melalui Baznas, perbaikan akan menggunakan konsep “Aladin”, yakni pembenahan bagian atap, lantai, dan dinding rumah warga yang tidak layak huni.

 

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bengkulu berupaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan kelayakan tempat tinggal warga.**Gusmarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *