Darjana: PDRB Provinsi Bengkulu TH 2023 Tumbuh Melambat Bila Dibandingkan TH 2022

GOESSNEWS.COM – KOTA BENGKULU – PDRB Provinsi Bengkulu Tahun 2023 tumbuh melambat bila dibandingkan dengan tahun 2022 sejalan dengan kondisi perekonomian global dan domestik yang

juga melemah. Konsumsi Rumah Tangga (RT) diprakirakan akan menerima dampak risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan komponen lainnya seiring berubahnya pola konsumsi masyarakat yang

cenderung lebih berhati-hati, di tambah lagi anomali cuaca dan pasokan pupuk yang belum membaik juga diperkirakan akan menahan laju pertumbuhan Pertanian di tahun 2023.

 

Hal ini di katakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Darjana saat Press Comference hasil RGD bulan Oktober 2023, dengan Sejumlah Wartawan di ruang Rapat Besar Bank Indonesia Bengkulu

 

Di tegaskan Darjana, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 diprakirakan tetap kuat pada kisaran 4,5 persen sampai dengan 5,3 persen didorong oleh peningkatan permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi. Pertumbuhan ekonomi Sumatera untuk tahun 2023 diprakirakan akan mengalami perlambatan terutama diakibatkan oleh perlambatan permintaan eksternal (net ekspor).

 

Lanjut Darjana, dari sisi pengeluaran, perlambatan

pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang terjadi disebabkan oleh penurunan ekspektasi masyarakat seiring masih tingginya risiko ketidak pastian global, sementara itu dari sisi LU, kondisi perlambatan akan disebabkan oleh sektor pertanian seiring adanya anomali cuaca di awal tahun 2023 serta masih tingginya harga pupuk akibat kondisi geopolitik Rusia – Ukraina.

 

Investasi diprakirakan dapat menjadi downside risk bagi LU Pertanian, terutama bagi para petani yang belum mempunyai akses terhadap pupuk bersubsidi.

Pada tahun 2023, perdagangan diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Dibukanya Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung diprakirakan akan memperlancar distribusi pasokan sehingga harga jual bisa turun yang berujung pada meningkatnya perdagangan secara keseluruhan untuk Transportasi diprakirakan terkontraksi karena Belum pulihnya situasi geopolitik serta disrupsi rantai pasok global diprakirakan menekan pertumbuhan LU Transportasi dan Pergudangan. Selain itu, kontraksi

disebabkan base effect factor tingginya pertumbuhan LU ini di tahun 2022.

 

LU Industri Pengolahan diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Rencana mandatori biodiesel Indonesia dari B30 menjadi B35 akan meningkatkan tambahan konsumsi CPO domestik. Dibukanya kembali ekonomi China juga diprediksi akan meningkatkan permintaan CPO global.MU

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *