GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak Kewenangan Kota Tahun 2025. Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Wali Kota Bengkulu, Roni PL Tobing di Adeeva Hotel, Selasa (9/9).
Kepala DP3KB Kota Bengkulu, Hj. Dewi Dharma, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat Forum Anak di Kota Bengkulu. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk tampil sebagai pelopor sekaligus pelapor, menyampaikan gagasan, serta memberi inspirasi dalam pembangunan daerah.
“Anak-anak kita dilibatkan dalam penyusunan Musrenbang Kota, karena ide-ide segar dari mereka seringkali melengkapi pemikiran orang tua maupun para pemangku kebijakan,” ujar Dewi Dharma.
Ia menegaskan, pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi pemenuhan hak anak mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Dr. Dedi Wahyudi dan Wakil Wali Kota Roni PL Tobing. Ke depan, Forum Anak akan diaktifkan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, setelah sempat vakum akibat tidak adanya penilaian Kota Layak Anak.
“Bengkulu sebelumnya sudah empat kali menyandang predikat Kota Layak Anak. Forum ini harus kembali digerakkan agar anak-anak bisa berperan aktif,” tambahnya.
Selain Forum Anak, di sekolah-sekolah juga telah terbentuk wadah seperti Palang Merah Remaja (PMR) dan Genre Anak untuk menekan angka kenakalan remaja, termasuk seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Forum Anak sendiri sudah ada di Bengkulu sejak 2012, dengan kepengurusan yang dipilih oleh anak, dari anak, dan untuk anak.
Hak anak yang dijamin dalam forum ini mencakup hak sipil seperti akta kelahiran, hingga hak kebebasan seperti hak menyuarakan pendapat. Bahkan, anak yang berhadapan dengan hukum tetap memiliki hak untuk bergabung dalam forum anak.
“Anak di LPKA pun tetap harus dipenuhi hak-haknya. Yang tersita hanyalah kebebasan sementara, bukan hak sipil dan kebebasannya untuk bersuara,” jelas Dewi.
Rakor ini juga dihadiri berbagai pihak, di antaranya perwakilan Ormas PKBI, WWC, LPKA, pelajar, PUPA, Ketua Forum Anak, PAUD, serta sejumlah stakeholder terkait lainnya.Gus









