GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Usai kegiatan Sharia Talkshow dalam rangkaian Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) 2026, Area Manager PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Adi Putra Maryono, menegaskan pentingnya peningkatan inklusi perbankan syariah di tengah pertumbuhan literasi yang semakin baik.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai Goessnews.com di Atrium Bencoolen Mall (BIM) Kota Bengkulu, Minggu (26/4/2026).
Adi mengungkapkan bahwa berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan syariah menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Namun, tantangan utama saat ini terletak pada tingkat inklusi atau penggunaan produk perbankan syariah yang masih relatif rendah di masyarakat.
“Literasi perbankan syariah sudah meningkat cukup signifikan, namun tantangannya ada pada inklusi. Artinya, penggunaan produk-produk syariah oleh masyarakat masih belum optimal,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi industri perbankan syariah untuk terus berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan dan penguatan teknologi agar mampu bersaing dengan perbankan konvensional yang lebih dulu berkembang.

“Perbankan syariah harus terus memperbaiki pelayanan dan teknologi, sehingga layanan yang diberikan bisa setara dengan bank konvensional,” tambahnya.
Adi juga menyampaikan bahwa saat ini Bank Syariah Indonesia telah memiliki target bisnis yang jelas melalui Rencana Bisnis Bank (RBB), serta menjadi bagian dari ekosistem BUMN dalam mendukung pencapaian target nasional.
“BSI tidak hanya berfokus pada pencapaian target bisnis, tetapi juga berupaya menjadi kontributor positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa BSI kini telah resmi menghadirkan layanan sebagai bank emas, yang menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Menurutnya, produk emas BSI menjadi salah satu instrumen yang mudah diterima masyarakat. Dalam satu produk, nasabah dapat sekaligus mengakses beberapa layanan, seperti tabungan, mobile banking, dan tabungan emas.
“Ketika masyarakat mulai menabung emas di BSI, secara otomatis inklusi perbankan syariah akan meningkat. Ini menjadi salah satu strategi kami untuk mendorong penggunaan produk syariah,” ungkapnya.
Adi optimistis, pada tahun 2026 tingkat inklusi keuangan syariah akan semakin meningkat dan mampu mengejar bahkan melampaui tingkat literasi yang sudah lebih dulu tumbuh.
Melalui berbagai inovasi dan penguatan layanan, BSI berharap dapat memperluas jangkauan perbankan syariah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis syariah.Gus









