GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Tiga lembaga perbankan, yakni Bank Bengkulu, BCA, dan BSI, digandeng Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu untuk mendukung kegiatan Tukar Koin Bersama dalam rangkaian Pre Event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2024. Tukar Koin Bersama ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menghargai uang logam meski nilianya kecil.
Hal itu disampaikan Rahma selaku Koordinator Stand Tukar Koin Bersama di Benteng Marlborough, Sabtu (4/5/2024), terkait pihak-pihak yang akan melayani nasabah atau masyarakat yang akan menukar uang logamnya. Selain perbankan, Rahma menyebut Bank Indonesia juga melibatkan koinan.id, salah satu perusahaan starup yang berkantor di Jakarta.
Rahma menjelaskan, di stand Tukar Koin Bersama, masyarakat akan difasilitasi dua model pelayanan tukar koin atau uang logam ini, yakni secara tunai dan non tunai. Pelayanan non-tunai akan diarahkan ke koinan.co.id, sementara pelayanan tunai oleh Bank Bengkulu, BSI, dan BCA.
“Yang non-tunai, tukar uang logamnya akan ditransfer ke e-wallet. Bisa OVO, GoPay, DANA, QRIS, dan lainnya. Nah, mekanisme yang kedua, secara tunai. Ini bagi masyarakat yang tidak punya e-wallet. Bisa jadi adalah orang tua yang belum melek digital,” jelas Rahma.
Sebelum ditukar, lanjut Rahma, uang koin yang dibawa nasabah atau masyarakat, akan terlebih dulu diperiksa untuk memastikan apakah uang tersebut masih dalam masa edar atau tidak. Petugas Bank Indonesia, kata Rahma, yang akan melakukan infeksi dan filterisasi untuk memastikannya.
Adapun uang logam atau koin pecahan yang masih bisa ditukarkan di antaranya adalah uang logam seribu emisi 2010 dan 2016; koin pecahan 500 emisi 1997 yang kuning dan emisi 2003 yang perak, dan yang terbaru emisi 2016.
Lalu, koin 200 emisi 2003 dan 2016 perak; dan koin 100 emisi 2003 yang perak. “Bagi uang logam emisi lama, nanti akan kami diperiksa dulu. Kalau uang logamnya rusak, masih bisa ditukar. Tapi kalau masa edarnya sudah habis, tidak bisa ditukar. Jadi uang dikembalikan ke masyarakat,” jelas Rahma.
Sejak dibuka Sabtu pagi, Rahma menyebut sudah ada ratusan pengunjung yang datang ke stand Tukar Koin Bersama. Mayoritas pengunjung adalah para pelajar SD dari wilayah Kota Bengkulu.
Lebih lanjut dikatakan Rahma, selama ini uang logam seringkali dipandang sebelah mata atau dianggap remeh. Padahal, meski nilainya kecil, uang logam punya makna yang besar.
“Selama ini kan, mohon maaf, uang logam itu kan kita pandang sebelah mata. Kalau di rumah itu kita biaran aja. Atau untuk bayar parkir. Bayar parkir pun, kadang-kadang yang menerima agak gimana, gitu,” kata Rahma.










