GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Pulau Baai Bengkulu, Prima E Yurista, menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera menata ulang lokasi areal parkir dan kawasan niaga di lingkungan pelabuhan. Langkah ini diambil guna menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih rapi dan representatif.
Hal tersebut disampaikan Prima saat ditemui oleh Goessnews.com di ruang kerjanya pada Rabu (1/4/2026).
Menurut Prima, saat ini pihaknya tengah melakukan tahap finalisasi nama-nama pedagang yang akan direlokasi ke lokasi baru yang telah disiapkan. Dalam penataan ini, UPTD menetapkan tarif sewa lahan sebesar Rp60.000 per meter per tahun, yang seluruhnya akan langsung disetorkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ada syarat khusus yang harus dipatuhi di lokasi pasar yang baru. Pedagang tidak diperbolehkan membuat bangunan atau lapak permanen. Mereka cukup menggunakan payung untuk berjualan,” jelas Prima.
Selain aturan bangunan, jam operasional pasar juga akan dibatasi. Aktivitas perdagangan hanya diizinkan berlangsung mulai pukul 05.30 WIB hingga 12.00 WIB.
Penataan kawasan ini sejalan dengan upaya UPTD Pelabuhan Perikanan Pulau Baai dalam memaksimalkan potensi penerimaan daerah. Prima mengungkapkan, khusus untuk sewa lahan pedagang, pihaknya ditargetkan mampu menyumbang PAD sebesar Rp60 juta per tahun.
Target tersebut merupakan bagian dari total beban PAD tahun ini yang mencapai Rp300 juta. Selain dari sewa lahan, pendapatan tersebut bersumber dari berbagai layanan jasa pelabuhan lainnya, meliputi:
- Sewa Tambat Kapal: Rp10.000 per satu kali sandar.
- Sewa Gudang
- Retribusi Pas Masuk Pelabuhan
- Sewa Auning (Kanopi)
Meski beban PAD yang ditargetkan cukup besar, pihak UPTD tetap optimistis. Kepercayaan diri ini didasari oleh catatan impresif pada tahun 2025 lalu, di mana realisasi PAD UPTD Pelabuhan Perikanan Pulau Baai berhasil melampaui target hingga mencapai 130 persen.
Guna mengimbangi target PAD yang tinggi dan meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa pelabuhan, Prima juga mendorong adanya pembenahan fasilitas fisik.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat beberapa usulan mendesak terkait perbaikan infrastruktur di kawasan UPTD. Usulan tersebut fokus pada perbaikan sistem drainase untuk mencegah genangan air, perbaikan atau pengaspalan jalan-jalan berlubang di area pelabuhan, serta rehabilitasi fasilitas auning yang mulai rusak.**Gus








