GOESSNEWS.COM – BENGKULU – Proses pemilihan calon Direksi Bank Bengkulu kembali dibuka setelah dua kandidat yang sebelumnya diajukan tidak lolos uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kondisi ini menunjukkan semakin ketatnya standar tata kelola yang harus dipenuhi perbankan daerah agar tetap menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.
Pengumuman mengenai seleksi ulang telah dipublikasikan melalui laman resmi Bank Bengkulu sejak Jumat lalu. Komisaris Independen Bank Bengkulu, Drs. Riduan, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa pendaftaran berlangsung hingga Rabu, sementara batas akhir pengumpulan berkas ditetapkan pada Jumat sore.
“Pengumuman sudah kita sampaikan sejak Jumat. Batas pendaftaran hari Rabu dan berkas diterima hingga Jumat sore. Saat ini kami masih menunggu berkas karena proses masih baru berjalan,” ungkap Riduan pada Selasa (2/12/2025).
Seleksi ulang dilakukan menyusul hasil evaluasi OJK yang menyatakan dua kandidat sebelumnya tidak memenuhi standar kelayakan. Riduan menegaskan bahwa fit and proper test bukan formalitas administratif, namun instrumen penting untuk memastikan calon pemimpin bank memiliki integritas, rekam jejak, dan kompetensi memadai.
“Dua nama sudah diusulkan, tetapi hanya satu yang dilanjutkan dan tetap tidak memenuhi syarat. Karena itu, seleksi harus diulang,” jelasnya.
Proses seleksi berada di bawah Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) Bank Bengkulu, yang bertugas menyaring calon dan memberikan rekomendasi awal. Namun keputusan akhir tetap ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.
“KRN hanya memberikan rekomendasi. Keputusan final ada pada para pemegang saham,” tegas Riduan.
Usai masa pendaftaran ditutup, calon yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahapan presentasi program kerja. Sesi ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu pekan depan dan menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk memaparkan strategi pengembangan Bank Bengkulu di tengah persaingan industri yang terus berkembang.
Presentasi tersebut akan menilai sejauh mana calon mampu menawarkan visi kepemimpinan, inovasi, hingga pemahaman terhadap tantangan perbankan daerah dan regulasi nasional.
Riduan memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan profesional, sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip tata kelola yang baik. Keterbukaan proses ini menjadi penting mengingat Bank Bengkulu memiliki peranan strategis bagi perekonomian daerah dan kepercayaan masyarakat.
Dengan dimulainya kembali seleksi calon Direksi ini, Bank Bengkulu memasuki fase penting untuk memperkuat struktur kepemimpinan dan memastikan keberlanjutan kinerja yang sehat dan kompetitif. Publik kini menunggu siapa tokoh yang akan dipercaya memimpin bank daerah tersebut ke arah yang lebih progresif.









