Bengkulu – Polda Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Nala 2026 dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antar instansi guna memastikan kesiapan seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Ramadan hingga Idul Fitri.Senin (09/02/25) di Aula Ruppattma Awaloedin Djamin Polda Bengkulu.
Kegiatan Ini di hadiri oleh Irwasda Polda Bengkulu ,Sekda Provinsi Bengkulu, Danrem 041/Gamas Bengkulu, Danlanal Bengkulu, Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu, Kabinda Bengkulu, Ka BNNP Bengkulu, Dandenpom II/1 Bengkulu, Ka Bulog Provinsi Bengkulu, Kaban Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Manager PT. PLN Persero Bengkulu, GM. PT. Pelindo Bengkulu, Para Kadis Provinsi Bengkulu, Para pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, pimpinan BUMN/BUMD, dan stakeholder terkait, serta Seluruh Pejabat Utama ( PJU) Polda Bengkulu, Para Kapolres/ta jajaran Polda Bengkulu.
Sambutan Kapolda Bengkulu dalam Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Nala 2026. Rakor ini merupakan tindak lanjut Rakor Lintas Sektoral tingkat pusat yang telah dilaksanakan pada 2 Maret 2026 di Jakarta.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan kesiapan seluruh unsur terkait dapat berjalan dengan baik, pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026 bertujuan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H, sekaligus mengoptimalkan pelayanan Polri sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat,” Ujar Kapolda Bengkulu
“Sejalan dengan arah kebijakan nasional, negara harus hadir memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, Operasi Ketupat dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait. Operasi Ketupat Nala 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, yaitu mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026. Berdasarkan data tren selama Operasi Ketupat tahun lalu menunjukkan perkembangan positif, dimana pada tahun 2024 tercatat 232 kasus, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 190 kasus atau turun 18,1 persen. Hal serupa terjadi pada kecelakaan lalu lintas, yang menurun dari 44 kasus pada 2024 menjadi 31 kasus pada 2025 atau turun 29,5 persen,” kata Kapolda Bengkulu
Sebagai bagian dari antisipasi operasi, Polda Bengkulu telah melakukan pemetaan potensi kerawanan, meliputi 59 titik rawan kemacetan, 58 titik rawan bencana alam, 45 titik rawan laka lantas, dan 59 titik rawan kriminalitas. Dalam operasi ini akan diterjunkan 2.141 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait, didukung dengan 36 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di titik strategis.
Selain itu, akan dilaksanakan pengamanan terhadap 3.180 titik kegiatan masyarakat meliputi masjid, lokasi sholat Idul Fitri, dan tempat wisata, serta 68 objek penting seperti terminal, bandara, pelabuhan, pasar, dan pusat perbelanjaan.
“Dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan tersebut, Polda Bengkulu telah menyiapkan langkah mitigasi melalui rekayasa lalu lintas, apel siaga dan patroli gabungan, serta optimalisasi layanan polisi 110 yang gratis dan aktif 24 jam, agar masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian atau meminta bantuan polisi,”tambah Kapolda Bengkulu
“Kami juga mendorong kegiatan sosial, melalui gerakan membeli produk UMKM lokal dan berbagi takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan Ramadan.Saat ini perlu menjadi perhatian bersama terkait maraknya aktivitas geng motor serta isu panic buying BBM, sehingga diperlukan penyampaian informasi yang jelas dan terkoordinasi agar masyarakat tetap tenang dan situasi tetap kondusif,”ujar Kapolda Bengkulu
Di samping itu, berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca pada bulan Maret didominasi hujan ringan hingga sedang, yang perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan banjir, longsor, atau pohon tumbang yang dapat mempengaruhi kelancaran arus mudik dan arus balik.Oleh karena itu, antisipasi terhadap potensi kerawanan sosial, ekonomi, mobilitas masyarakat, dan keselamatan publik perlu menjadi perhatian bersama.
“Selain langkah pengamanan, Polda Bengkulu juga terus mendorong kegiatan preemtif dan sosial melalui pengecekan stabilitas pangan dan stok bapokting, pelaksanaan program Senin sosialisasi, silaturahmi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, serta komunitas kepemudaan dan seluruh elemen masyarakat, gerakan Sepakat (Serap Aspirasi Masyarakat), gerakan Sriduri (Setiap Hari Dua Ribu), program bedah rumah, serta jelajah berkah Bhayangkara Bengkulu,”ujar Kapolda Bengkulu
Seluruh upaya tersebut merupakan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber yang akan menyampaikan paparan, semoga dapat menjadi pedoman dalam menyamakan persepsi guna mendukung pelaksanaan pengamanan Idul Fitri secara optimal. Bismillahirrahmanirrahim, Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Nala 2026 Polda Bengkulu secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Kapolda Bengkulu
Polda Bengkulu terus berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung program ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan tahun anggaran 2026.









